Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts
Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts

2 May 2016

HARDIKNAS : INI TULISAN MUH FARDHY DI AKUN SOSMEDNYA

Muh. Fardhy / Penulis
PABBIRNG'E_OPINI : Kihajar Dewantara, Bapak bangsa yang lahir pada 02 Mei 1889, Pria yang telah banyak berkontribusi dan merintis masalah pendidikan di negeri ini, Dihari kelahiran izinkan saya berbicara dan mengucapkan selamat ber-Ulang Tahun di Surga kek.


Dampak dari pendidikan yang buruk akan membawa Negeri kita akan semakin terpuruk, Itu pasti. Pendidikan yang semestinya menyiapkan Sumber daya manusia yang siap bersaing, Siap membangun dan harus di upayakan seirama dengan tuntutan perkembangan zaman. Kualitas siswa ataupun Sumber Daya manusia yang secara umum  masih rendah merupakan cerminan bahwa perhatian terhadap masalah pendidikan masih minim hingga aturan terhadap pendidikan pun yang makin kacau.


Banyaknya saudara yang harus putus sekolah dan tidak melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi,dan merupakan hal yang identik dengan kemiskinan ini masih belum mendapat solusi.  Biaya pendidikan yang mahal masih menjadi alasan saudara-saudara yang hanya bisa menelan luda saat bermimpi untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Bos hadir sebagai pahlawan. KIP dan Bos yang mana..?? Kalau betul Bos dan KIP berhasil menyelamatkan masalah pendidikan terus kenapa program "Wajib belajar 9 tahun" masih gagal dan kolot menurut saya. Anak bangsa di wajibkan belajar sementara untuk biaya makanpun tidak sanggup. Mereka di subsidi tapi  Mulai dari pucuk hingga ke akar harus di pangkas habis-habis, Itupun terkadang tidak tepat sasaran.

Kalau ada yang mengatakan program itu sukses, Terus kenapa masih banyak saudara yang masih jadi kuli bangunan di umur belasan tahun. Masih banyak di trotoar jalan, Kolom jembatan, membajak sawah hingga bahkan merantau, Mengunakan kapal pelni dengan tiket anak-anak.

Bahkan hingga di perguruan tinggi/Universitas terkadang menjadi lahan bisnis dengan mengutamakan kepentingan laba, Gedung-gedung pencakar langit berjejeran hingga di lorong-lorong menampung para mahasiswa untuk di jadikan sumber laba,  segala macam jadi alasan untuk di bayar mahal, Namun dalam menyajikan pendidikan sangatlah picik, Bahkan tidak pernah berfikir sedikitpun tentang kualitas dan mutu pendidikan, pengalaman yang saya dapatkan di tempat saya mendapatkan gelar S1, Biaya pendidikan yang mahal namun mendapat pendidikan yang tidak berkualitas, Komersial pendidikan tumbuh subur, Biadab...


Sebagian orang desa yang melanjutkan pendidikan di Kota-kota besar, Berjuang semaksimal mungkin dibantu dengan usaha dan doa orang tua di kampung, Ketika tiba saatnya pembayaran semester, Ujian Proposan, skripsi dan tutup di lengkapi dengan parsel-parselnya... setelah di gadaikan, Sepetak tanah yang menjadi harta satu satunya harus melayang menjadi solusi biaya study.

Kesenangan itu hanyalah sehari, ketika tiba saatnya anda memakai toga dan kembali akan cemas saat harus pulang mengabdi ke daerah, membawa ijazah dengan perjuangan puluhan  hingga ratusan juta hanya sebagai modal Menjadi tenaga sukarela (honorer) yang menurut saya  tidak dihargai oleh pemerintah. Beruntung sudah ada dan Bos yang di alokasikan untuk tidak membuat saudara kecewa. Lumayan 600 Ribu per triwulan saudara...Kalau dulu "elo ande tea esyoo", yang satu ini "Ega esyoo de gaga ande" ..


Keresahan terhadap masalah pendidikan semakin menjadi-jadi. Meneropong Ibu Kota melalui media cetak, online dan TV manyaksikan bapak Jokowidodo Yth dan Anis Baswedan Yth yang belum berani mengalokasikan anggaran pendidikan yang layak dan tidak pernah sekalipun membahas sekolah class gratis yang di peruntuhkan untuk saudara yang memiliki tekanan ekonomi mencekam. Saya bukan meminta, Tapi kalau masih ingin mengatakan adil, Jangan memberikan makanan yang sama kepada cicak dan buaya.


Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga papua adalah Indonesia. semua saudara  adalah generasi penerus bangsa, Butuh pendidikan yang sama dan layak, Bukan harus membangun jembatan mega proyek, Smentara jembatan akses saudara satu-satunya  untuk menempuh pendidikan  harus terabaikan...

#Orang_Miskin_Harus_Sekolah
#Selamat_Hardiknas
#02_Mae_2015



#KitaMuda


Penulis : Muh Fardhy
copyright@facebook

20 Apr 2016

MEMPERINGATI HARI KARTINI PEMUDA UCAPKAN TERIMA KASIH DAN SELAMAT ULANG TAHUN

Photo tulisan / copyright@facebook
TAU PABBIRING_INFO : Dalam momentum Hari kartini yang jatuh pada hari (21/04/2016, tidak sedikit pengguna sosial media mengucapkan selamat memperingati hari kartini. Para pengguna Sosial Media ramai-ramai menggati status peribadinya sejak pukul 00.00 malam tadi.

Beda dengan yang dilakukan pemuda ini. Muh Fardhy, dalam akun facebooknya menuliskan beberapa paragraf ulasan tentang Kartini. Fardhy Menuliskan ucapan Terima Kasih dan Selamat Ulang tahun buat sang pahlawan pejuang emansipasi wanita tersebut. Ini isi postingan Fardhy melalui Akun facebook Muh Fardhy :


Saya mulai mengenalnya  saat menduduki bangku sekolah SD, mungkin sekitar 19 Tahun yang lalu. Orangnya tidak sehebat wanita power rangers PInk dalam film'nya, tidak secantik Sakira sang penyanyi lagu waka waka dengan tarianya. tapi dia mampu membuat dunia begitu bisu tanpa suara, Haru saat mengenangnya. Sayapun mengenalnya bukan karena ketenarannya di sosial media, bukan karena setiap saat muncul gambarnya dilayar TV, namanya pun jarang tertulis di koran-koran tak seperti bapak Jokowi yang terhormat. Terima Kasih yang sedalam-dalam'Nya buat bapak W.R Supratman orang yang pertama kali mengenalkan saya kepada sang Pendekar Kaum (nya) perempuan, Putri mulia yang memiliki cita-cita yang sangat luar biasa. Dalam lagu bapak WR Supratman. Namanya IBU RA KARTINI.

Mungkin dunia bisa saja dengan cepat mulupakanya tanpa Bapak sang pencipta lagu (WR. Supratman). Lagu yang sangat begitu singkat namun begitu bermakna. Izinkan saya berterima kasih kepada bapak meskipun sebagian orang menganggap sudah terlambat. "Terima Kasih bapak WR Supratman"

'Habis Gelap Terbitlah terang' sebuah kalimat yang (kalau tidak salah) mulai tidak asing ditelinga saya setelah 3 musim di bangku SD, Kalimat yang ditulis Rosa abendanon dalam bukunya, hingga sekarang menjadi kalimat yang tidak bisa saya pisahkan dengan Ibu. Tapi maafkanlah ibu kalau masih ada saudari yang begitu gagal paham dengan kalimat Rosa Abendanon itu, Sehingga sebagian dari mereka harus 'Pergi gelap pulang terang', Bukan berarti ibu gagal membentang cita cita di sepanjang Nusantara, tapi mungkin mereka tidak pernah di dudukkan didepan (buku) sejarahmu untuk mempelajari siapa ibu sebenarnya dan apa maksud dari "Habis gelap terbitlah terang", Entahlah siapa yang bersalah,? Tapi sekali lagui mohon maaf yang sebesar-besarnya ibu.

Saya sudah mulai sedikit tahu tentang ibu, Saya sangat paham disaat ibu berumur 12 tahun dan dilarang melanjutkan pendidikan kejenjang yg lebih tinggi saat tamat di ELS waktu itu. Beberapa surat-surat yang ibu kirim ke teman2 korespondensi yg kebanyakan berasal dari belanda, isi surat itu  telah dikabarkan oleh Rosa Abendano, Meskipun ibu berusaha untuk tidak saya ketahui. Sungguh besar cita-cita ibu yang telah penuh semangat memperjuangkan strata sosial perempuan yang amat rendah dikala itu. 

Saya salut dengan cara ibu yang rajin membaca saat menginjak umur 12 tahun, begitu rajinnya ibu berhasil menghabiskan beberapa buku dari eropa, Tidak ketinggalan dengan surat-surat cinta yang ditulis multatuli yang ibu lahab habis.

Saya juga sungguh sangat paham bu, Betapa lelahnya mengedukasi beberapa perempuan dari berbagai karakter, berdiri didepanya menjadi pembicara dengan fasilitas seadanya, Masih banyak saksi bekas-bekas pohon besar di Jepara, Mayong sampai di Rembang yang hanya mampu menjadi saksi bisu ibu, Tempat dimana biasa ibu berteduh dengan beberapa teman perempuan ibu untuk belajar.

Saya juga sungguh sudah mempelajari pengorbanan ibu, Yang dinikahi oleh Bapak KRM Adipati Ario Singgih DA yang sebelumnya telah mempunyai isteri. Mungkin ibu pada saat itu belum menginjak umur 20 Tahun. Namun Alhamdulillah dan saya sungguh berterima kasih kepada Bapak Adipati Aryo suami ibu, suami yang mengerti cita-cita ibu dan memperbolehkan membangun sekolah wanita.

Meskipun ibu berpulang ke Rahmatullah di usia yang masih terbilang muda, kalau tidak salah di umur 25 tahun, Namun ibu telah berhasil membentang cita-cita di sepanjang Nusantara, Jangan menagis Bu, Jangan kecewa, Di usia muda, semangat Juangmu yang tidak pernah padam, Jasa ibu telah terpatri dalam insan bumi pertiwi. Engkau telah menjadi inspirasi di negeri ini, Ibu telah berhasil melahirkan ribuan generasi, dan saya yakin akan siap menjadi wanita seperti ibu (RA KARTINI).

Mungkin ibu tidak percaya, Hanya tertawa semrawut dan mengatakan saya lagi "Maggolla".Yahh mungkin jadi.
 Tapi Apakah ibu belum pernah dengar kabar, Kalau Indonesi pernah di pimpin oleh Generasi ibu?,Namanya Megawati Soekarno Putri yang akrab disapa Mega! putri Bung Karno itu. Apakah ibu belum pernah dengar kabar beberapa Generasi ibu telah menjadi Kepala Daerah teladan?, Ada Tri Rismayani, Christine, Ibu Indah di Luwu sana dan beberap daerah lainya. Belum cukup yah ibu, Apakah saya masih di Kira "Maggolla" lagi. 
Kalau begitu saya kabarkan lagi kepada ibu, Rumah Rakyat tidak akan dihuni kalau tidak ada perwakilan Generasi ibu. Saya sudah cek kebenaranya di Lembaga Legislatif TEKO, Lembaga Legislatif Tanassang, Lembaga Legislatif Urip, dan Lembaga Legislatif Senayan. Sayangnya disana saya belum menemukan sosok seperti ibu, Yah mungkin ibu yang sangat cantik dengan gaun Kebaya serta sarung Batik "Kain Panjang" dalam potret ibu, Tapi bisa jadi ini adalah pengaruh perkembangan zaman yah ibu. Disana mukanya seram seram, mata yang sangat hitam dengan maskaranya, bahkan meraka menganggap Bahwa "Alis yang tebal pertanda jiwa yang tegar,,Setronggg." Bulu matanya juga kaku membuat kerutan pipinya susah tersenyum, ' Maklum Bulu alisnya Antai badai', Begitupun dengan kartono ibu , Tapi sekali lagi tidak semua, Itu cuma sebagian ibu. Tapi sudahlah Bu, itu cuma bahan bercandaan, asal semangat juang dan cita-citanya seperti ibu, Kalau tidak, Saya persilahkan kepada ibu, tampar mereka surga.

Yah, meski harus saya kabarkan suatu tragedi kemanusiaan, bukan bermaksud untuk membuat ibu sedih. Bahwa Masih ada generasi ibu yang dibiarkan Nongkrong di beberapa THM, Masih ada generasi ibu yang dianiayah oleh sang majikan, dipukul, Disiram air panas, Diperkosa hingga di Bunuh, Masih banyak generasi ibu yang menjadi korban KDRT sang suami sendiri. Tapi sabarlah ibu jangan bersedih, Berikan mereka tanggung jawab yang telah paham dengan perjuangan ibu, serikandi di beberapa lembaga yang saya sebut tadi, ada juga Pemberdayaan perempuan disana ibu. Jadi jangan sedih, saya yakin semua akan beres Bu. Kalau tidak, Sekali lagi saya persilahkan, Tampar mereka di Surga ibu..?

Meskipun saya bukanlah wanita, Bukan pula lelaki setengah dewa ibu, Dan saya pertegas bukan lelaki yang jalan sambil terbiasa geol-geol pantat, Izinkan saya mewakili seluruh rakyat Indonesia, Para perempuan secara khusus, untuk menghanturkan ucapan TERIMA KASIH yang sebesar-besarnya telah memperjuangkan Ibu saya, seluruh saudari hingga nenek saya. Telah memperjuankan emansipasi perempuan, strata sosial perempuan. Dan izikan pula saya mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN kepada ibu meski bukan di waktu yang tepat.

Selamat berhari kamis di Surga gadis manis...

#Kartini_Inspirasi_Bagi_Negeri
#Mengenang_RA_Kartini
#selamat_Hari_Kartini
#21_April_2016


Dikutip dari akun Facebook Muh Fardhy (dian*)

27 Mar 2016

SINJAI DALAM CATATAN DAN DINAMIKA POLITIK MASA KINI

Muh Fardhy / copyright facebook
Penulis : Muh Fardhy

Pada awalnya Kabupaten Sinjai yang tergabung dalam federasi Tellu Limpoe (Tondong, Bulo-Bulo dan Lamatti) dan dan Kerajaan - Kerajaan yang tergabung dalam federasi Pitu Limpoe (Turungeng, Manimpahoi, Terasa Pao, Manipi, Suka dan Bala Suka) yang konon dibagi antara dekat pesisir dalam hal ini Tellu Limpoe dan Dataran tinggi yang tergabung dalam kerajaan Pitu Limpoe.

Kebanggaan Sinjai dalam catatan dengan watak dan karakteristik masyarakat yang menjunjung tinggi sistem pemerintahan demokratis dan bekedaulatan rakyat, Komunikasi politik terbangun dengan jalinan yang santun (Sipakatau) antara kerajaan - kerajaan. Budaya Sirui Menre, Te' Sirui no (Saling menarik ke atas) dan mallilu sipakainge (saling mengingatkan dikala khilaf) merupakan modal utama untuk saling menjaga harkat dan martabat serta straa sosial di Kabupaten Sinjai.

Sekalipun Kerajaan - Kerajaan tergabung dalam persekutuaan tellu limpoe namun tetap terjaga dalam pelaksanaan roda kepemimpinan yang konsisten pada wilayah masing - masing kala itu, Hingga tidak pernah sedikit pun terjadi peperangan dan gesekan antra leluhur kita.

Tercatat dalam catatan sejarah suatu ungkapan dari PUANTA MATINROE RISIJAINA dengan ucapan "SINGENRUNNA LAMATTI BULO-BULO (Satukan Keyakina Lamatti dan Bulo-Bulo) merupakan suatu pesan yang sangat mendalam yang mestinya harus dikenang generasi pelanjut dari Kabupaten Sinjai.

Meskipun dalam catatan sejarah beberapa kali Agresi belanda mencoba angkat senjata peperangan terhadap beberapa kerajaan di Kabupaten Sinjai dalam Rumpa'na Manggara Bombang, Hingga Benteng Balangnipa pernah jatuh ketangan belanda, tidak memyurutkan para leluhur untuk merebut kembali Benteng Kebanggan tersebut.

Catatan sejarah Kabupaten Sinjai sedikit merupakan cerminan bahwa sebelum Indonesia merdeka dan didaulatkan sebagai suatu negara para tokoh dan pemimpin terdahulu di Sinjai telah memperlihatkan suatu kepemimpinan yang demokratis serta menjunjung tinggi nilai - nilai kedaulatam rakyat.

Hal ini merupakan suatu pesan kepada generasi - generasi pelanjut kab. Sinjai bahwa Demokrasi dengan asas sipakatau (saling menghargai) telah di terapkan oleh para leluhur untuk menjalin silatuhrahmi yang baik. 

Hal ini yang mestinya harus menjadi motifasi dalam menjemput pesta democrasi yang dijadwalkan  pada tahun 2018 mendatang. Terlaksananya politik santun adalah bentuk suatu kerinduan untuk membuktikan sejatinya sebuah demokrasi dengan output pemimpin yang jujur, amanah dan menjujung tinggi kedaulatan rakyat. 

Beberapa putra putri terbaik kabupaten sinjai yang gencar melakukan sosialisasi dan menggalang massa adalah suatu bentuk bentuk kebanggan, ini merupakan bukti bahwa sinjai memiliki banyak kader penerus dan tentunya siap mewarnai pesta democrasi. Panggung Democrasi tidak mebatasi kontestan kontestan yang akan siap mewarnai pesta democrasi tersebut. Begitupun sebaliknya bahwa hak politik dalam menentukan pelihan tidak pernah dibatasi sedikitpun.

DEMOKRASI ADALAH KEBEBASAN....KEBEBASAN MEMILIH, KEBABASA PERPENDAPAT, KEBEBASAN MENTUKAN SIKAP, SERTA KEBEBASAN UNTUK BEBAS....

Sinjai, 28 Maret 2016

16 Jun 2015

SEKILAS TENTANG RENUNGAN DI BULAN SUCI RAMADHAN

Penulis : Ririn AR

Sumber : @copyringht belajarbersamauntuklebihbaik


TAU PABBIRING'E, Artikel - Ini tentang perjalanan sebuah rangkaian kehidupan. Tidak ada yang mampu mengetahui seperti apakah rangkaian itu dan bagaimanakah laju perjalananya. Manusia hanyalah makhluk yang terlibat di dalamnya dan hanya bisa memilih untuk menjalaninya. Seperti halnya manusia percaya akan takdir yang sudah digariskan Yang Kuasa. Kelahiran seorang manusia hingga tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa lalu kemudian pada akhirnya ia akan mati karena menemui ajalnya. Semua proses tersebut adalah takdir dan sudah umum diketahui semua manusia di berbagai belahan dunia dengan latar belakang dan kepercayaan masing-masing.


Dan sebagai umat muslim kita harus meyakini bahwa perjalanan hidup tidak hanya berhenti sampai pada ajal menjemput. Karena yang sesungguhnya kehidupan yang sejati yang sebenarnya adalah setelah ajal tersebut. Manusia yang telah meninggalkan raga kasarnya akan memulai menempuh kehidupan yang kekal tanpa batas. Kehidupan manusia dengan raga kasarnya hanya semata untuk mencari bekal di kehidupan yang kekal dan abadi, itulah yang umat Islam yakini. Letak kebahagiaan seseorang baru akan benar-benar muncul ketika dia membawa bekal kebaikan dan iman yg cukup untuk meninggalkan raga kasarnya. 


Banyak sekali pepatah yang mengatakan tentang kehidupan yang fana yang semu bak panggung sandiwara. Lalu apakah kita pantas membanggakan segala kefanaan yg ada menyelimuti kita menghiasi diri kita yg fana. Apalah arti sosok kefanaan ini di depan Sang Ilahi Rabbi, sedangkan sosok yg fana ini yang selalu mandi berlumurkan dosa di setiap detik kehidupannya. Sosok fana yang hanya berambisi meraih kekuasaan dunia dengan segala kemewaahannya yang fana. Sosok ini benar-benar tidak tau diri, mereka selalu menangis dan bersimpuh kepada Tuhannya meminta kemakmuran hidupnya karena mereka termat takut dengan kemiskinan, tapi setelah mereka mendapatkan segala yang mereka minta, mereka hanya berdiam menikmati kemewahan yang fana yang mereka anggap sebagai kunci kebahagiaan mereka. Tanpa mereka menyadarinya bahwa Allah Maha Adil. Sekalipun dunia belum menghakiminya, akan datang masa penghakiman untuk mereka dan mereka akan menuai semua atas segala yang mereka tanamkan selama hidup di dunia. Dan sesungguhnya Allah lah Tuhan mereka yang Maha Pengasih dan Penyayang telah berulang kali memperingatkan untuk memilih jalan  yang membahagiakan mereka sosok yang fana untuk meraih kekekalan kebahagiaan di alam yg abadi tanpa kefanaan. Namun, mereka sering kali mengabaikannya. Sungguh kasihan mereka yang terus tersesat oleh kefanaan dunia yang akan mengantarkan mereka pada penderitaan yang kekal dan abadi. Berapa banyak kita melakukan kemaksiatan tapi kita merasa bahwa Allah tidak menghukum kita. Maka dari itu sudah selayaknya kita mewaspadai akan hukuman tanpa sadar, yaitu ketika Allah telah menghukum kita tanpa kita menyadarinya, yaitu kita tidak lagi merasakan kelezatan beribadah dan bermunajat denganNya. 


Astaghfirullahal'adhim, Ighfirdhunubana ya Allah...


Mudah-mudahan kita tidak tersesat pada yang demikian itu,amiin.


www.pabbiring.blogspot.com

MEMBUKA RUANG DAN PERAN AKTIF PEMBACA DALAM MENUANGKAN GAGASAN, BUAH FIKIR SERTA IDE CERDAS Melalui tulisan di CITIZEN PEMBACA. Kirim artikel anda ke:

Emai : taupabbiring@gmail.com

Facebook : Tau Pabbiring

30 May 2015

SAATNYA MENJADI CAHAYA “Catatan untuk mereka yang menampuk gelar mahasiswa “


Muh. Ashar (Ketua Umum IMM bulukumba)

Penulis      : MUH. ASHAR
                  (KETUA UMUM IKATAN MAHASISWA
                  MUHAMMADIYAH BULUKUMBA
                  PERIODE 2014-2016)


  
Tau Pabbiring 'E, Artikel - Pandanglah matahari itu, matahari itu bersinar begitu kuat, karena kekuatan sinarnya, ia tidak hanya menerangi dirinya tetapi ia juga menerangi sekitarnya, begitu pula manusia, manusia dapat menjadi cahaya bila ia mengaktifkan seluruh potensinya.

SUKU KAJANG DALAM IDENTITAS WARNA

Ilustrasi suku kajang, Kab Bulukumba
Hitam adalah lebih dari sebuah identitas. Hitam, sebuah warna kesakralan yang kental. Hitam merupakan sebuah warna adat yang kental akan kesakralan dan bila kita memasuki kawasan ammatoa pakaian kita harus berwarna hitam. Warna hitam mempunyai makna bagi Mayarakat Ammatoa sebagai bentuk persamaan dalam segala hal, termasuk kesamaan dalam kesederhanaan. Tidak ada warna hitam yang lebih baik antara yang satu dengan yang lainnya. Semua hitam adalah sama. Warna hitam menunjukkan kekuatan, kesamaan derajat bagi setiap orang di depan sang pencipta. Kesamaan dalam bentuk wujud lahir, menyikapi keadaan lingkungan, utamanya kelestarian hutan yang harus di jaga keasliannnya sebagai sumber kehidupan. 

Hingga hari ini mereka masih mendiami ranah kebudayaan Sulawesi Selatan. Meski perlahan tergerus imbas pergeseran zaman, para lelakinya masih setia memakai penutup kepala khas yang disebut Passapu dan sarung yang biasa juga disebut Tope Lelleng (sarung hitam). Kaum perempuannya memakai kain yang semuanya juga serba berwarna hitam.


Suku Kajang atau yang lebih dikenal dengan Suku Adat Ammatoa atau Suku Kajang Dalam di Bulukumba adalah sebuah suku klasik yang masih kental akan adat istiadatnya yang sangat sakral.  Masyarakat Kajang bisa dijumpai di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. 


Suku Kajang Dalam di Bulukumba
Suku Kajang Dalam lebih teguh memegang adat dan tradisi moyang mereka dibanding penduduk Kajang luar yang tinggal di luar perkampungan. Rumah-rumah panggung yang semuanya menghadap ke barat tertata rapi, khususnya yang berada di Dusun Benteng tempat rumah Amma Toa berada. Tampak beberapa rumah yang berjejer dari utara ke selatan. Di depan barisan rumah terdapat pagar batu kali setinggi satu meter. Rumah Amma Toa berada beberapa rumah dari utara.

Rumah Adat Suku Kajang secara fisik tidak jauh berbeda dengan rumah adat masyarakat Bugis Makassar. Struktur yang tinggi dan masih mempergunakan kekayaan hutan disekitar untuk membuatnya.

Sehari-hari mereka menjalin komunikasi dengan menggunakan bahasa daerah Konjo. Masyarakat adat Ammatoa tinggal berkelompok dalam suatu area hutan yang luasnya sekitar 50 km. Mereka menjauhkan diri dari segala sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal moderenisasi, kegiatan ekonomi dan pemerintahan Kabupaten Bulukumba. Mungkin disebabkan oleh hubungan masyarakat adat dengan lingkungan hutannya yang selalu bersandar pada pandangan hidup adat yang mereka yakini. (*)


Sumber : berita bulukumba

27 May 2015

PILKADA HARUS DAMAI, BEDA PILIHAN BAGIAN DARI DEMOKRASI

Sufriadi / adhi
Pabbiring' E, Artikel - Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bulukumba semakin terasa dengan sebentar lagi akan terlaksana. Pilkada yang akan dilaksanakan serentak pada bulan Desember mendatang mesti harus disambut dengan damai oleh masyarakat bulukumba.

Salah satu seniman muda yang juga Mahasiswa yang menjalani proses perkuliahan disalah satu perguruan tinggi negeri di kota Makassar, Sufriadi yang akrab disapa adhi menganggap bahwa pergolakan politik yang menimbulkan perbedaan pilihan dikabupaten Bulukumba merupakan bagian dari seni. 

"Berbeda pilihan itu merupakan simbol menentukan warna, sehingga saya analogikan adalah perbedaan warna. Dalam dunia seni ketika kita hanya memandang pada satu warna maka akan sulit menemukan titik keindahan, sama halnya dengan pelangi semua orang katakan indah karena sekian banyak warna yang berbeda disatukan dalam garis yang sering kita sebut pelangi. Analogi inilah yang mestinya harus kita jadikan panutan di Kabupaten Bulukumba bahwa demokrasi tidak bisa dipungkiri dari hak politik individu sehingga menimbulkan pilihan yang berbeda namun dalam perbedaan pilihan ini saya yakin semua memiliki tujuan yang sama yaitu perubahan Bulukumba menuju Bulukumba Sejahtera kedepanya" Ucap adhi dalam siaranya ke email Tau Pabbiring (27/05/2015).

Sufriadi juga menginginkan agar kiranya siapapun itu dapat menghargai pilihan orang lain, meskipun itu orang terdekat

"Kita harus hargai hak politik orang lain, siapapun itu meskipun orang terdekat bahkan saudara sekalipun, saya yakin ketika memang rakyat dominan mengamanahkan hak pilihnya kepada salah satu calon maka yakin dialah yg akan jadi bupati, karena demokrasi bukanlah pertarungan kelompok atau keluarga lebih - lebih pertarungan saudara, tapi pesta demokrasi adalah pilhan seluruh rakyat kabupaten Bulukumba yang diamanahkan kepada pilihanya masing - masing" tambah sufriadi dalam releasenya

Tambahnya melalui siaran release, sufriadi atau adhi berharap agar penyelenggara pilkada tetap profesional dan menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai perintah aturan bukan karena memihak pada salah satu calon.

"Dalam pesta demokrasi Kab. Bulukumba mendatang, penyelenggara Pilkada harus netral dan profesionalisme. harus bekerja sesuai aturan yang mengikat. pilihan tetap ada tapi profesionalisme harus didahulukan, untuk menghindari gesekan atau konflik pada Pilkada mendatang harus didukung dengan sikap penyelenggara yang harus netral" singkta sufriadi 

sufriadi alias adhi juga mengakui bahwa dia punya pilihan menuju pesta demokrasi di Kabupaten Bulukumba namun tetap menghargai pilihan orang lain, dalam pengakuanya hal ini dilakukan untuk menciptakan Pilkada Bulukumba yang damai dan aman, namun ketika kami coba mengonfirmasi tentang pilihanya, Adhi enggan memberitahukan dan merahasiakan pilihanya.

"Ia saya tetap ada pilihan, namun untuk publik tau jangan dulu lah. Intinya pilihan saya adalah legislator muda, orangnya gaul bisa berbaur sama kelomopk siapa saja, terlebih lagi sesamanya sebagai pemuda , namun untuk namanya itu masih jadi rahasia saya" tutup adhi setelah kami coba konfirmasi

25 May 2015

PENGARUH BUDAYA ASING TERHADAP KEARIFAN BUDAYA LOKAL

Pabbieing'E - Artikel - Secara umum budaya diartikan sebagai hal-hal yang  berkaitan dengan budi dan akal manusia. Jadi budaya daerah adalah suatu sistem atau cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah daerah dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya daerah terbentuk dari berbagai unsur, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa,  perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seniserta bahasa. 

Kearifan Lokal  secara umum diartikan sebagai gagasan-gagasan, nilai-nilai-nilai, pandangan-pandangan setempat (lokal) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.

 kearifan lokal dengan kekayaan budaya serta adat istiadat di indonesia yang dikenal dengan negara kepulauan menjadi salah satu warna tersendiri terkhusus dikabupaten bulukumba. Bulukumba yang dikenal dengan beberapa obyek wisata yang sangat menarik kerap ramai dikunjungi para wisatawan atau orang - orang yang hanya sekedar mengisi waktu liburnya baik itu wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Di Bulukumba misalnya, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan pasir putihnya sebut saja Pantai Bira. Pantai yang ramai dukunjungi dengan wisatawan Barat kini terkesan terjadi pergeseran orientasi budaya dan adat istiadat yang dari dulu melekat dan menjadi tradisi dari para leluhur warga Bonto Bahari. 

Publikasi budaya barat baik sengaja maupun tidak disengaja yang kerap dipertontonkan di obyek wisata tersebut menjadikan mindset masyarakat sekitar bahwa apa yang mereka lakukan merupakan hal yang 'trend' dan biasa terkhusus dikalangan pemuda dan remaja. Tidak kita sadari bahwa secara tidak lansung budaya barat telah mematikan kearifan budaya lokal kita yang merupakan budaya timur.

Dengan melihat realita yang ada, begitu pesatnya perkembangan budaya barat dan bahkan sebagian mindset masyarakat menganggap bahwa hal demikian adalah sebuah peradaban dan dengan bangga mengikuti budaya barat karena mereka anggap hal tersebut merupakan sesuatu hal trend dimasa sekarang. kelemahan analisa sebagian besar saudara kita yang begitu cepat terpengaruh dan mengadopsi budaya barat nampak terlihat mematikan kearifan budaya lokal mati dan terlupakan.

Publikasi budaya barat yang kerap terjadi di obyek wisata Pantai Bira sangat berpengaruh dan membahayakan generasi muda, belum lagi budaya asing yang dipublikasi melalui media sosial yang begitu sangat sulit dicegah masuk ke Indonesia akibatnya gennerasi muda yang belum memiliki kematangan filter akan ikut terpengaruh sehingga akan melunturkan hukum normatif budaya timur terkhusus bugis.

Pengaruh budaya barat yang begitu muda masuk ke Kabupaten Bulukumba terkhusus pantai Bira disebabkan karena belum ada kesiapan pendidikan, norma, agama dll untuk mengadopsi budaya barat tersebut. Jadi maaf saja ketika banyak pemuda bulukumba terkhusus sekitar pantai bira yang kerap melakukan kegiatan headonis atau obyek wisata pantai bira dijadikan sebagai tempat kegiatan headon. Ini karena mindset sebagian besar orang yang menganggap bahwa obyek wisata tersebut merupakan tempat pesta ria yang tidak berpedoman pada budaya dan adat setempat. Sehingga maaf saja ketika kita tidak berani mencegah dan memerangi budaya barat maka beberapa tahun kedepan obyek wisata tersebut akan menjadi lokalisasi prostitusi.

Kondisi Kabupaten Bulukumba kekinian semistinya belum siap untuk menerima wisatawan asing untuk melakukan publikasi budaya  barat terkhusus dipantai bira, wisatawan semestinya harus mengikuti aturan daerah setempat dan masyarakat sekitar. Ketidak kesiapan ini karena kematangan filter generasi muda belum hatam menganalisa dan kuat membentengi diri dari pengaruh budaya asing ini tentunya tidak terlepas dari konteks pendidikan, agama, politik dll.

Belum lagi kita telah ketahui bersama bahwa semenjak tenarnya tebing Apparallang dan pantai samboang menjadikan ramai dikunjungi wisatawan dan orang yang ingin menikmati hari libur, semestinya warga sekitar harus mencekal masuknya publikasi budaya barat melalui wisatawan asing (bukan mencekal wisatawanya tapi publikasi budayanya). Hal ini adalah langkah yang pertama dan minimal harus kita tempuh supaya semua obyek wisata dikabupaten bulukumba tidak dicemari dengan masuknya budaya asing. Bukan hanya budaya asing, tapi kian berkembangya praktek budaya barat dipantai bira sehingga kita telah ketahui bersama bahwa orang - orang Germany telah menanam modal disekitaran obyek wisata dan ketika kita tidak membentengi diri makan yakin saja orang Germany akan menguasasi obyek wisata tersebut. Terakhir saya sampaikan kepada saudara-saudara mari kita coba rebut kembali Budaya dan Kearifan Lokal Bulukumba.

23 May 2015

MALINO KOTA BUNGA BUKAN HANYA DINGIN TAPI DIKELILINGI PEMANDANGAN INDAH

Perkebunan Teh Malino
Pabbiring'E,  - Malino yang terletak di Kabupaten Gowa yang berbatasan dengan Kabupaten Sinjai dikenal dengan udara yang sejuk, Bahkan yang mengatakan sangat dingin dan bisa saja menyebabkan Hypotermia bagi orang yang baru pertama berkunjung kemalino.

Malino yang juga dijuluki sebagai kota kembang bukan hanya dikenal dengan dinginya, melainkan juga dikenal dengan pemandangan yang sangat indah disekeliling kota malino. Daya tarik kota malino dengan ciri khas pegunungan serta pemandangan pepohonan disekeliling kota tersebut membuat para pengunjung betah dan rindu kembali berkunjung ke kota Malino. 

Bebebrapa titik wisata dikota malino menjadi pusat perhatian yang melakukan kunjungan di kota tersebut. Bahkan banyak orang yang ingin menikmati kota malino membuat camp dan menginap ditengah hutan pinus.

Salah satu titik Lembah dan Gunung yang ramai di kunjungi para pencinta alam juga terletak di Kabupaten Bulukumba tepatnya di Lembah Ramma dan Gunung bawakaraeng. Ketika para pendaki ingin berkunjung ke tempat pendakian tersebut, terlebih dulu (sebelum sampai) akan menikmati pemandangan di Kota Kembang (Malino).

Salah satu obyek wisata yang dikelilingi dengan pohon pinus, pengunjung dapat memandangi orang - orang yang sedang'naik kuda' serta perkebunan teh dan strobery yang juga menjadi ciri khas salah satu obyek wisata tersebut.

22 May 2015

SEKILAS TENTANG PENDIDIKAN DAN SDM DI INDONESIA

Indonesia adalah negara yang sangat beraneka ragam dengan budayanya dan Indonesia juga merupakan negara yang dikenal sebagai negara yang kaya raya, namun sumber daya manusianya masih sangat rendah dalam hal pendidikan. Hal ini diakui oleh banyak orang di dunia, bahkan oleh masyarakat Indonesia sendiri.

Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Mengapa?, kita dapat melihat bahkan merasakan bahwa cita-cita pendidikan yang tertuang dalam tujuan pendidikan nasional tidak terealisasi hingga kini. Sebagaimana yang termaktub dalam Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II pasal 3, yang berbunyi:

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Apa jadinya bila pembangunan di Indonesia tidak dibarengi dengan pembangunan di bidang pendidikan?. Walaupun pembangunan fisiknya baik, tetapi apa gunanya bila moral bangsa terpuruk.

Dan hal inilah yang terjadi, sehingga semua bidang kehidupan bermasalah. Beberapa kenyataan yang sering kita jumpai bersama, seorang pengusaha kaya raya justru tidak dermawan, seorang politikus malah tidak peduli pada tetangganya yang kelaparan, atau seorang guru justru tidak prihatin melihat anak-anak jalanan yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolah dan begitu banyak pemimpin-pemimpin negara ini yang korupsi dari lapisan bawah hingga atas. Memilukan bukan?

Sehingga jika ini terus dibiarkan maka lambat laun negara dan bangsa ini akan hancur. Oleh karena itu, untuk pencegahannya, pendidikan harus dijadikan salah satu prioritas dalam pembangunan negeri ini.

Permasalahan Pendidikan

Mengenai masalah pedidikan, perhatian pemerintah kita masih terasa sangat minim. Gambaran ini tercermin dari beragamnya masalah pendidikan yang makin rumit. Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, biaya pendidikan yang mahal, bahkan aturan UU Pendidikan kacau.

Dampak dari pendidikan yang buruk ini, negeri kita kedepannya makin terpuruk. Keterpurukan ini dapat juga akibat dari kecilnya rata-rata alokasi anggaran pendidikan baik di tingkat nasional, propinsi, maupun kota dan kabupaten.

Begitu banyak permasalahan di negeri ini dalam hal pendidikan, namun jika kita sebagai anak negeri ingin berbuat untuk memperbaiki semuanya. Saya yakin Indonesia akan mampu mengejar ketinggalannya dalam dunia pendidikan.

Solusi Masalah Pendidikan Indonesia

Guru sangat memiliki peran dalam dunia pendidikan. Ruh pendidikan sesungguhnya terletak dipundak guru. Bahkan, baik buruknya atau berhasil tidaknya pendidikan hakikatnya ada di tangan guru. Sebab, sosok guru memiliki peranan yang strategis dalam ”mengukir” peserta didik menjadi pandai, cerdas, terampil, bermoral dan berpengetahuan luas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Seorang guru yang baik adalah mereka yang memenuhi persyaratan kemampuan profesional baik sebagai pendidik, pengajar maupun pemimpin. Di sinilah letak pentingnya standar mutu profesional guru untuk menjamin proses belajar mengajar dan hasil belajar yang bermutu.

Pendidikan yang berkarakter harus lebih ditekankan bukan pendidikan yang berorientasi kepada nilai. Ada sebuah kata bijak mengatakan, ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh. Sama juga artinya bahwa pendidikan kognitif tanpa pendidikan karakter adalah buta. Hasilnya, karena buta tidak bisa berjalan, berjalan pun dengan asal nabrak. Kalaupun berjalan dengan menggunakan tongkat tetap akan berjalan dengan lambat. Sebaliknya, pengetahuan karakter tanpa pengetahuan kognitif, maka akan lumpuh sehingga mudah disetir, dimanfaatkan dan dikendalikan orang lain. Untuk itu, penting artinya untuk tidak mengabaikan pendidikan karakter anak didik.

Yang tidak kalah penting adalah peran orang tua dirumah harus mampu menjadi teladan yang baik bagi anaknya. Dan masalah infrastruktur yang saat ini belum mumpuni dan materi pendidikan juga harus lebih diperhatikan pemerintah.

Apabila semua ini dapat terlaksana maka sistem pendidikan Indonesia dapat melahirkan generasi-generasi yang unggul dan berakhlak mulia.

21 May 2015

SEKILAS TENTANG UANG PANAI SUKU BUGIS

Sumber : kabarkami.com

budaya pernikahan pada masyarakat Sulawesi Selatan merupakan nilai- nilai yang tak lepas untuk dipertimbangkan dalam pernikahan seperti status sosial, ekonomi, dan nilai-nilai budaya dari masing-masing keluarga pria dan wanita.

Di Sulawesi Selatan, satu hal yang menjadi khas dalam pernikahan yang akan diadakan yaitu uang naik atau oleh masyarakat setempat disebut uang panai’. Uang panai’ ini adalah sejumlah uang yang diberikan oleh calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita yang merupakan bentuk penghargaan dan realitas penghormatan terhadap norma dan strata sosial.

Uang panai’ ini belum terhitung sebagai mahar penikahan melainkan sebagai uang adat namun terbilang wajib dengan jumlah yang disepakati oleh kedua belah pihak atau keluarga.

Uang panai’ untuk menikahi wanita SulSel terkenal tidak sedikit jumlahnya. Tingkat strata sosial wanita serta tingkat pendidikannya biasanya menjadi standar dalam penentuan jumlah uang untuk melamar. Jadi, jika calon mempelai wanita adalah keturunan darah biru, maka uang naiknya akan berpuluh-puluh juta. Begitupun jika tingkat pendidikan calon mempelai wanita adalah S1, S2, atau Kedokteran, maka akan berlaku hal yang sama.

Pihak keluarga (saudara ayah atau ibu), memiliki pengaruh yang cukup penting dalam pengambilan keputusan mengenai besarnya uang panai’ dan mahar. Tidak jarang, karena persoalan yang rumit dalam hal ini membuat pasangan yang saling mencintai biasanya menempuh langkah terakhir yaitu ‘kawin lari (silariang), sebagai jalan pintas untuk tetap bersama.

Jika jumlah uang naik yang diminta mampu dipenuhi oleh calon mempelai pria, hal tersebut akan menjadi prestise (kehormatan) bagi pihak keluarga perempuan. Kehormatan yang dimaksudakan disini adalah rasa penghargaan yang diberikan oleh pihak calon mempelai pria kepada wanita yang ingin dinikahinya dengan memberikan pesta yang megah untuk pernikahannya melalui uang panai’ tersebut.

Jumlah uang panai’ yang bergantung dari tingkat strata sosial dan pendidikan calon mempelai wanita dilihat dari sisi peran keluarga calon mempelai wanita. peran merupakan kedudukan sosial yang diatur oleh seperangkat norma yang kemudian menunjukkan perilaku yang pantas.

Bagi pria lokal atau yang juga berasal dari suku bugis, memenuhi jumlah uang panai’ juga dapat dipandang sebagai praktik budaya siri’, jadi wanita yang benar-benar dicintainya menjadi motivasi yang sangat besar untuk memenuhi jumlah uang panai’ yang di syaratkan. Motivasi dapat diartikan sebagai faktor pendorong yang berasal dalam diri manusia dalam hal ini untuk memenuhi jumlah uang panai’, yang akan kemudian mempengaruhi cara bertindak seseorang. Dengan demikian, motivasi kerja akan berpengaruh terhadap performansi nya dalam bekerja.

20 May 2015

PEMILIHAN KEPALA DAERAH BULUKUMBA HARUS DAMAI

Penulis    : Tau Pabbiring'E

Pabbiring'E - Kabupaten Bulukumba yang sering dikenal dengan julukan Butta Panrita Lopi yang memiliki banyak perkampungan wisata kuliner kini telah tersulap menjadi perkampunga spanduk benner bakal calon yang memiliki niatan untuk bertarung dalam pemilihan Kepala Daerah mendatang.

Namun tidak bisa dipungkiri bahwa hal demikian merupakan hal yang sering ditemukan pada setiap daerah setiap menjelang Pesta demokrasi. Pasalnya hal tersebut terkesan telah menjadi tradisi.

Perspektif sebagian orang - orang yang menilai bahwa setiap menjelang Pilkada sering terjadi kekeliruan (gesekan) antar pendukung harus mulai dihilangkan pada Pilkada dikabupaten Bulukumba mendatang, mesti harus dipahami bahwa setiap warga negara memiliki hak politik yang ditentukan sendiri, Setiap orang yang ingin mencalonkan sebagai kandidat juga telah diatur dalam sebuah regulasi aturan negara (konstitusi). Dan setiap pilihan orang harus kita hargai.

Harapan yang saya (Pabbiring'e) sebagai tau pabbiring merindukan pemilihan kepala daerah mendatang berjalan dengan damai tanpa ada gesekan sedikitpun. Siapa dan apapun pilihan kita memiliki tujuan bahwa bulukumba harus Sejahtera dan Terdepan. 

Kita harus akui bahwa siapun yang berhasil lolos sebagai calon Bupati mendatang adalah mereka putra putri pilihan kabupaten bulukumba, Dalam pencalonan Bupati setiap bakal calon harus melewati beberapa jenjang dan ketika lolos berarti telah diakui secara konstitusi.

Hal yang tidak terlupakan bahwa Penyelenggaran juga harus berjalan sesuai regulasi yang telah diatur dalam UU, tidak ada intervensi dari siapapun dan harus sesuai dengan amanah yang telah mengatur jalanya pemilihan kepala daerah.

19 May 2015

POTENSI DAN SUMBER DAYA LAUT INDONESIA




A.    BERDASARKAN HASIL EKSPLORASI PARA SAINTIS

Hasil eksplorasi saintis mengatakan Indonesia merupakan negara kepulauan yang
terbesar di dunia dengan jumlah pulau kurang lebih17.507 buah. Indonesia juga kaya dengan keaneka ragaman hayati lautnya dan merupakan terbesar di dunia karena memiliki ekosistem-ekosistem pesisir, misalnya hutan mangrof, terumbu karang, dan padan lamun. Diperkirakan terdapat kurang lebih 7000 jenis ikan yang terkandung dalam perairan pesisir dan laut Indonesia yang mengandung stok sumberdaya biotik yang melimpah yang dapat dieksploitasi hingga 6,7 juta ton per tahun tanpa membahayakan kondisi keberlangsungan sumberdaya-nya. Sekarang ini potensi tersebut baru 2,3 juta ton  yang bisa dimanfaatkan.

15 May 2015

MOTIVASI MENJADI ORANG SUKSES

Kepepet Vs Iming-Iming
Ada 2 sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah. Yang pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet. Dua hal tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi.

Kesalahan fatal yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi lainnya  adalah  hanya  menggunakan  impian  sebagai  'iming-iming'  untuk menggerakkan audiens.
"Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil mewah? Rumah mewah? Atau bahkan kapal pesiar?"

Memang, saat di ruang seminar, mereka sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya, sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan, mungkin juga halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang- orang yang mereka sayangi. Apa jadinya? Mereka tetap diam ditempat. Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di suatu perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus. "Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan mendapat bonus jalan-jalan keluar negeri!" kata managernya.

"Gimana, semangat?" lanjut manager berinteraksi.
"Semagaat..ngat..ngat!" sambut salesman, sambil mengepalkan tangannya seolah siap tempur. Bulan demi bulan pun berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si manager bertanya,

"Apa bonus yang aku tawarkan kurang besar?".
"Enggak kok Pak, cukup besar, mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak". Setelah 3 bulan masa 'iming-iming' tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia berteriak agak menekan di dalam meetingnya,
"Pokoknya, jika anda tidak bisa mencapai target penjualan yang sudah saya tetapkan, anda saya PECAT!". Nah, keluarlah keringat dingin si salesman. Sekeluar dari ruangan dia langsung menyambangi calon-calon customernya, kerjanyapun semakin giat. Malas, malu, nggak pe-denya hilang seketika. Kok bisa? Karena KePePet! Yang dia pikirkan, jika dia tidak dapat memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat,

penghasilannya akan nol.
"Trus anak istriku makan apa?" pikirnya. Anehnya, target penjualan yang selama ini tidak pernah tercapai, bisa juga terlampaui. Itulah yang disebut The Power of Kepepet. 97% orang termotivasi karena Kepepet, bukan karena iming-iming. Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa "Kondisi

Kepepet adalah motivasi terbesar di dunia!". Banyak perusahaan mengkampanyekan Visi besarnya kepada seluruh karyawannya. Apa jawab mereka? "Emang gua pikirin!". Bukannya salah karyawan yang tidak peduli terhadap visi perusahaan, tapi karena visi itu tak terlihat oleh karyawan. Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang berupa ancaman, baik situasi dimasa mendatang ataupun berupa punishment.

John P. Kotter (Harvard Business Review) mengemukakan " Establishing Sense of Urgentcy" adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan dalam suatu organisasi. Dengan melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan krisis, membuat mereka tergerak, sebelum mengkomunikasikan "VISI". "Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan beranjak untuk berubah" Jadi analisa kembali kehidupan Anda sekarang ini. Jika Anda tidak mengubahnya, rasa sakit atau kerugian apa yang akan Anda dapatkan dimasa mendatang. Saran saya, jika Anda berada di zona yang sangat nyaman untuk tidak berubah (tidak melihat ancaman), ciptakan sedikit trigger (challenge) misalnya berupa penambahan investasi rumah. Jangan beli rumah yang sesuai dengan kemampuan bayar Anda, tapi 'sedikit lebih' dari kemampuan Anda sekarang. Nah, dengan begitu Anda mau nggak mau dipaksa untuk mencari penghasilan tambahan atau mengurangi porsi pengeluaran yang tidak penting. Langkah kedua baru pikirkan nilai investasi itu 5 sampai 10 tahun mendatang, mungkin bisa sebagai solusi pembiayaan uang sekolah anak Anda kelak. Dengan meletakkan porsi dan posisi The Power of Kepepet dan Iming-iming secara tepat, InsyaAllah kita akan selalu termotivasi. FIGHT!


Sumber : Jaya Setiabudi,
Pendiri Entrepreneur Association Coach Entrepreneur Camp

Terimakasih Ayah, Telah Menunjukkan Kepada Saya Betapa Miskinnya Kita Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin.

Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.
Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya.

"Bagaimana perjalanan kali ini?"
"Wah, sangat luar biasa Ayah"
"Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin" kata ayahnya.
"Oh iya" kata anaknya
"Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?" tanya ayahnya.

Kemudian si anak menjawab.
"Saya saksikan bahwa :
Kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat. Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ke tengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya. Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.
Kita memiliki patio sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.

Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita. Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya. Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri. Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memilikisahabat-sahabat untuk saling melindungi."

Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.
Kemudian sang anak menambahkan "Terimakasih Ayah, telah menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita."

Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya. Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain. Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang. Membuat kita bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang telah disediakan untuk kita daripada kita terus menerus khawatir untukmeminta lebih.

Keteledoran Joe Stoker

Joe Stoker adalah seorang mekanik kereta api. Sebenarnya, ia termasuk orang yang bersahabat dan ramah. Oleh karena itu, ia amat disukai oleh penumpang-penumpang dan pegawai-pegawai kereta api lainnya. Hanya sayangnya, di balik sikapnya yang baik itu, Joe adalah seorang yang kurang bertanggung jawab pada pekerjaan dan sering menyepelekan dan sering menunda-nunda pekerjaannya. Lebih dari itu, ia juga seorang peminum whiski. Banyak orang, termasuk keluarga dan sahabatnya menasehatinya untuk berhenti minum whiski. Tetapi, tiap kali ada yang menegurnya,

ia selalu bilang, “Terima kasih. Saya tidak apa-apa kok. Saya hanya minum sedikit
dan itu tidak ada pengaruhnya!”

Pada suatu malam, salju turun dengan lebatnya. Malam itu Joe kebetulan bertugas di atas kereta api yang sedang berjalan. Tiba-tiba, ada berita, bahwa kereta api lain akan datang terlambat. Sambil menunggu, Joe mulai menggerutu dan mengeluh karena berarti ia dan rekan-rekannya harus menunggu lebih lama, menunggu kereta lain lewat. Untuk mengisi waktu, diam-diam Joe mulai mengeluarkan botol whiskinya dan meminumnya. Beberapa saat kemudian, Joe mulai agak mabuk. Ia mulai tertawa-tawa dengan senang, sementara kondektur maupun masinis, hanya bisa melihat dengan prihatin padanya. Setelah kereta berjalan beberapa saat, tiba-tiba keretea itu berhenti. Tutup silinder kereta api tiba-tiba terlepas.

Sementara dalam waktu tidak lama lagi, kereta api cepat akan melalui rel yang sama dari belakang. Kondektur, dengan secepat kilat berlari ke arah Joe dan memerintahkannya untuk memasang lampu merah dan membawanya berjalan ke sepanjang rel di belakang. Namun, tukang rem yang agak mabuk ini tertawa dan berkata, "Ah, jangan tergesa- gesa. Kan katanya agak terlambat. Jadi masih ada waktu!” Kondektur itu menjawab dengan sungguh-sungguh, "Joe, ini sangat penting, jangan ditangguhkan satu menitpun. Kereta api cepat akan segera tiba dan saat itu mungkin kita sudah terlambat

terlambat memberitahu!" "Baiklah," kata Joe dengan ogah-ogahan. Sementara si kondektur sibuk mengurusi lokomotifnya, si Joe tukang rem itu, tidak langsung mengerjakan tugasnya. Dengan tenang, ia mengenakan jasnya terlebih dahulu. Lalu menghabiskan satu sloki whiski lagi untuk menghangatkan badannya. Kemudian, barulah perlahan-lahan ia mengambil lentera merah dan dengan melenggang santai ia berjalan sambil bersiul sepanjang rel. Belum sampai sepuluh langkah, ia mendengar suara tanda kedatangan kereta api cepat. Ia mulai berlari dan berlari menuju ke arah kerata api cepat itu. Tetapi semuanya sudah terlambat.

Joe mencoba melambaikan lenteranya. Tapi, terlalu dekat jaraknya bagi kereta cepat untuk berhenti. Sesaat kemudian, terdengar besi-besi berat saling bertubrukan. Lokomotif kereta api cepat menabrak gerbong-gerbong yang sedang berhenti. Segera badan gerbong dan lokomotifnya menjadi ringsek, gerbong-gerbongpun hancur dan terhantam keras keluar dari relnya, diiringi teriakan para penumpang yang lebur binasa, bercampur dengan suara desis uap yang keluar lepas. Malam yang bisu itu menjadi saksi kecelakaan tabrakan antar kereta api yang menelan begitu banyak korban jiwa.

Bagaimana dengan Joe Stoker?. Saat orang mencarinya, Joe sudah menghilang. Malam harinya Joe ditemukan di sebuah lumbung dalam keadaan tidak waras, ia melambai-lambaikan lentera seakan-akan di depannya ada kereta api, sambil berteriak-teriak, "Ah, seandainya saya lakukan. seandainya saya lakukan. seandainya"

Seberapa sering kita menunda pekerjaan kita karena berpikir bahwa masih ada banyak waktu??Sekarang adalah waktu terbaik, disaat kita masih mempunyai kesempatan, segeralah melakukan tindakan agar tidak di kemudian hari kita tidak berkata

"seandainya..... seandainya"


HARTIKNAS DAN NASIONALISME

Bendera Merah Puti
peringatan Hari Kebangkitan Nasional merupakan momentum penting untuk menumbuhkan rasa nasionalisme.

Dengan Hari Kebangkitan Nasional(Harkitnas), semangat nasionalisme semestinya akan semakin tumbuh di masyarakat terutama generasi muda, melalui peringatan tersebut, akan tumbuh rasa kepedulian sosial dan kepekaan sosial untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, akan berpartisipasi aktif dalam berbagai aspek pelaksanaan pembangunan menuju Indonesia yang sejahtera.

Melalui Harkitnas menjadikan sebagai momentum guna memperkuat rasa kebersamaan dan menumbuhkan rasa nasionalisme. Dengan demikian jiwa patriot akan melekat pada setiap anak bangsa. rasa kebersamaan sangat penting dalam membangun bangsa ini untuk berkembang dan lebih maju lagi. Sehingga kebersamaan itu perlu terus ditumbuhkembangkan untuk membawa bangsa ini maju.

Melalui peringatan Harkitnas, akan menumbuhkan dan memperkuat rasa nasionalisme, semangat kebangsaan dan kebersamaan. Rasa cinta terhadap bangsa menjadikan indonesia satu seperti teriakan dalam sumpah pemuda.

Peringatan Hari Kebangkita Nasional Tepat pada tanggal 20 Mei  lebih seruh ketika dijadikan momentum untuk menyampaikan sebuah keritikan terhadap pejabat negara, jadi wajar saja ketika anak muda melakukan konsolidasi dimana-mana untuk menyampaikan pendampat, keritikan yang berujung pada solusi. Hal itu merupakan langkah yang tepat.


Kritikan itu adalah hal yang wajar, memberikan konstribusi pemikiran  itu adalah hal benar, karena sesungguhnya tak ada kebenaran ketika tak ada perubahan, tak ada perubahan ketika tak ada evaluasi, tak ada evaluasi ketika tak ada keritikan, tak ada keritikan ketika tak ada ketidaksepahaman, tak ada ketidaksepahaman ketika tak kesalahan. Maka hargai kesalahan yang meruapak cikal bakal perubahan untuk kebenaran.

BAGAIMANA FIGUR SEORANG PEMIMPIN...??

FIGUR.....????
Pemimpin adalah seseorang yang memiliki komitmen untuk merealisasikan visi organisasi. Karena itu jika anda ingin jadi pemimpin, anda harus investasi 40% dari waktu anda untuk mengelola etika, karakter, prinsip, tujuan, motivasi dan perilaku anda. Mempimpin artinya menggerakan sumberdaya untuk masa depan yang lebih baik. Karena itu diperlukan beberapa persyaratan yaitu beberapa karateristik dan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Ada empat kemampuan dan empat karakteristik seorang pemimpin yang sukses.

Empat Kemampuan Wajib bagi Pemimpin

Seorang pemimpin harus memiliki empat kemampuan. Tanpa keempat kemampuan itu, seseorang belum bisa dikatakan sebagai pemimpin. Apa saja empat kemampuan itu? Ada empat hal yang perlu diperhatikan kalau ingin menjadi seorang pemimpin yang sukses. Keempat ke-mampuan itu diringkas dalam satu kata, yakni “C A R E” atau perhatian terhadap orang lain.

Cognitive skill (C), yaitu kemampuan seseorang untuk berfikir atau menganalisa setiap masalah yang ada. Setiap leader harus punya cognitive skill. Hal ini berkaitan erat dengan Intelligence Quotient (IQ), yakni kemampuan memikirkan apa yang saat ini harus dilakukan. Jadi semua leader harus memiliki cognitive skill.

Action skill (A), yakni kemampuan untuk melakukan tindakan. Seorang pemimpin tidak boleh hanya mampu berbicara, tanpa bisa melakukan action. Kalau Anda hanya bisa bicara, tetapi Anda tidak pernah merealisasikan apa yang Anda bicarakan, maka hasilnya akan sia-sia saja. Seorang pemimpin yang baik harus punya kemampuan untuk menyelesaikan pekerjaan atau getting things done.

Relationship skill (R), yaitu kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. Seorang pemimpin harus mampu building trust and building relationship, yang terwujud dengan cara menjalin lingkaran kepercayaan dan hubungan yang baik antara dirinya sendiri dengan bawahan, dengan anak buah, dengan supplier atau dengan customer.

Expert skill (E), yakni kemampuan teknikal atau know how tentang bisnis itu sendiri. Kalau Anda seorang pialang di bursa saham, berarti Anda harus menguasai seluk beluk kegiatan di bursa saham dan memahami karakteristik dan hal-hal lain di seputar bisnis pialang saham.

Keempat elemen tersebut, cognitive skill, action skill, relationship skill and expert skill mutlak harus ada pada diri seorang pemimpin, karena keempatnya saling melengkapi. Kalau dari cognitive skill dibutuhkan IQ tinggi, di relationship skill dibutuhkan Emotional Quotient (EQ) yang tinggi juga. Action skill membutuhkan EQ, sedangkan expert skill membutuhkan IQ.

Karakteristik seorang pemimpin yang baik

Untuk memimpin dan menjaga kelangsungan sebuah perusahaan atau tim, dibutuhkan sebuah figur pemimpin yang tepat. sebenarnya ada 4 macam karakter paling penting yang harus dipunyai oleh seorang pemimpin.

Pertama adalah integritas (honest atau jujur) dan komitmen. Ini merupakan karakteristik yang dianggap paling penting bagi para responden jajak pendapat. Seorang pemimpin yang baik harus jujur dalam semua tindakan yang dia lakukan. Pemimpin yang “patgulipat” dan sering “bermain belakang” tidak akan dihargai oleh anak buahnya dan orang lain.

Kedua yang harus dimiliki seorang pemimpin yang baik adalah “forward-looking” atau selalu memandang ke depan. Seorang pemimpin harus selalu mempunyai kemauan dan insting untuk mau maju ke depan dan mau melihat kepada masa yang akan datang. Pemimpin yang baik akan terus maju tanpa hanya sekedar melihat masa yang sudah lalu dan hanya sekedar menghasut pihak lain untuk membenci orang yang melakukan kesalahan yang telah terjadi di masa lalu.

Ke tiga yaitu “inspiring”. Pemimpin yang baik harus sanggup memberikan inspirasi kepada bawahannya. Sering terjadi di mana suatu saat manusia akan mengalami kesusahan dan kesulitan dalam dunia bisnis maupun dalam kehidupan sehari-hari. Di situasi seperti inilah seorang pemimpin yang baik dituntut untuk mampu memberikan inspirasi kepada semua anak buah dan karyawannya. Dia harus mampu membangkitkan semangat dan keyakinan anak buahnya bahwa suatu saat mereka akan mendulang keberhasilan dan kesuksesan. Ini adalah karakterisitik yang juga dianggap kunci dalam kesuksesan seorang pemimpin yang baik.

Ke empat : Continuous learning. Pemimpin yang baik adalah memiliki “competent” atau kemampuan dalam menjalankan semua tugas sebagai seorang pemimpin dengan baik, dilihat dari sudut pandang spiritual maupun fisik. Seorang pemimpin harus mampu mengerjakan semua yang dibebankan kepadanya agar bisa memberikan contoh teladan bagi anak buah dan semua orang yang berada di sekitarnya.

Ke lima : Courage the risk. Pemimpin harus berani mengambil risiko. Risiko yang sedang yang didasrakan pengatahuan, pengalaman dan informasi yang ada.

Ke enam : Respect and trust. Seorang pemipin harus menjadi panutan, teladan dan karisma di mata anak buah. Konsisten dengan apa yang dijanjikan dengan tindakan sehari hari yang diambil.

Di atas adalah semua faktor penting yang diharapkan oleh anak buah terhadap seorang pemimpin sebagai seorang teladan yang sukses. Seorang pemimpin yang baik harus jujur, memandang jauh ke depan, sanggup memberi inspirasi dan benar-benar mempunyai kemampuan dalam menanggung semua beban baik secara fisik dan emosional.

Power, Esensi kepemimpinan adalah kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain, yaitu bawahan agar melaksanakan apa yang dikehendaki oleh pimpinan. Untuk itu perlu dipahami istilah /pengertian power dan authority lebui dahulu. Power adalah kemampuan (ability) untuk menjadikan orang lain mau melaksanakan sesuatu; sedangkan authority adalah hak (right) untuk meminta orang lain melakukan sesuatu.



Sumber    : Copy@Iyane Bone